Pesan Sponsor

Sunday, 7 June 2015

Berapa Banyak Telur Yang Boleh Dimakan Dalam Sehari?

Selain protein dan kalsium , telur juga mengandung sejumlah vitamin dan mineral penting. Satu telur rebus besar tidak hanya mengandung 78 kalori, tapi juga 6,29 gram protein, 25 miligram kalsium, 0.59 miligram besi, dan 112,7 mikrogram kolin. Telur juga mengandung 22 mg folat, 260 IU vitamin, 44 IU vitamin D, 176 mg lutein dan zeaxanthin. Vitamin B juga ada di dalam telur dengan jumlah yang sedikit dari beberapa jenis.

Walau identik dengan kolesterol, tetapi berbagai penelitian membantahnya. Sebuah laporan yang dipublikasikan pada januari 2006 berjudul Current Opinion in Clinical Nutrition and Metabolic Care menyimpulkan, konsumsi telur tidak berkontribusi pada penyakit jantung pada orang dewasa yang tidak memiliki riwayat kolesterol tinggi. Telur juga tidak berdampak pada kadar kolesterol darah pada 70 persen populasi.
 



Berapa Banyak Boleh Makan Telur dalam Sehari? 
Sebagai sumber protein hewani, telur sangat mudah didapatkan. Tak heran cukup banyak orang yang mengonsumsi telur setiap hari. Namun, dengan kadar kolesterolnya yang tinggi, seberapa sering kita boleh mengonsumsi sumber protein ini setiap harinya?

Lansiran kompas.com, Rabu (17/7/2013) menyebutkan: "Sebenarnya berapa banyak yang boleh dikonsumsi tergantung pada berbagai faktor, antara lain usia, jenis kelamin, berat badan, sampai tingkat aktivitas fisik harian. Para peneliti dari Harvard Medical School merekomendasikan konsumsi satu telur per hari untuk tingkat kolesterol dan jantung yang sehat".

Hal ini didasarkan panduan diet Amerika pada tahun 2010. Disebutkan, orang dewasa sehat harus mengkonsumsi  46 sampai 56 gram protein per hari. Jumlah tersebut bisa didapatkan dari berbagai sumber, termasuk telur.


Konsumsi telur diketahui tidak berhubungan dengan penyebab diabetes. Penelitian pada Agustus 2010 berjudul American Journal of Clinical Nutrition menyatakan, sering makan telur tidak menunjukkan risiko lebih besar terkait diabetes tipe 2. Penelitian diikuti 3.898 orang dewasa yang makan satu telur per bulan sampai satu telur per hari selama 18 tahun. 



Sumber: kompas.com

Friday, 1 May 2015

TIPS BERPUASA BAGI PENDERITA PENYAKIT TIDAK MENULAR

Bagi umat muslim, berpuasa selama satu bulan di Bulan Ramadhan adalah wajib. Bagaimana berpuasa bagi penderita penyakit tidak menular seperti maag, hipertensi, stroke, jantung koroner, diabetes mellitus dan lain-lain?

Ada beberapa tips agar ibadah puasa berjalan lancar. Setiap kali berbuka dan sahur, hidangan minimal harus ada salah satu jenis yang berasal dari 4 kelompok makanan, yaitu makanan pokok (beras, jagung, ubi, roti), lauk-pauk (kacang-kacangan, tempe, tahu, ikan, ayam, susu dan hasil olahannya), sayur (semua jenis sayur-sayuran), dan buah (semua jenis buah-buahan). Khusus untuk buah, makanlah 1 kali lagi setelah shalat tarawih atau menjelang tidur.

Selanjutnya hindari makan makanan asin baik saat sahur ataupun berbuka, makanan asin seperti telur asin, ikan asin, kecap asi, kripik kentang, keju, daging kaleng, saos tomat, saos cabe, termasuk bumbu penyedap makanan seperti MSG.

Kemudian kurangi juga memakan makanan tinggi lemak seperti sop buntut, sate, pizza, burger, gorengan, kulit ayam, jerohan, kare, dan sebagainya. Selain itu saat berbuka puasa disarankan untuk berbuka dengan air hangat dan makanan manis yang berasal dari buah-buahan seperti kurma, pisang, dan lain-lain. Serta tentu saja kita harus memperbanyak minuman air putih (air mineral) dan menjauhi minuman beralkohol.

Untuk menjaga agar kondisi tubuh tetap bugar, lakukanlah olahraga minimal 30 menit setiap hari atau paling kurang 3-4 hari dalam seminggu. Olahraganya tidak perlu yang terlalu berat, cukup olahraga ringan seperti jalan kaki, jalan cepat, lari-lari kecil, senam, atau bersepeda saat menjelang waktu berbuka puasa atau setelah shalat Subuh.

Bulan Ramadhan juga merupakan momentum yang tepat bagi para perokok untuk memulai berhenti merokok, agar dibulan-bulan berikutnya sudah mulai bisa mengurangi kecanduannya terhadap nikotin dan hidup dengan lebih sehat Sementara untuk mengatasi stress bisa dilakukan dengan cara memperdalam agama serta memperbanyak ibadah-ibadah lain seperti berdzikir dan membaca kitab suci Al-Quran.

Atur jadwal konsumsi obat-obatan untuk penderita penyakit seperti darah tinggi dan kencing manis, misalnya saat berbuka puasa, menjelang tidur atau ketika sahur. Minum obat-obat tersebut secara teratur sesuai dengan anjuran dokter/petugas kesehatan.

sumber: DepKes RI

TIPS TETAP BUGAR SELAMA BULAN RAMADHAN

Berpuasa tapi tetap merasa enerjik dan bugar? Berikut ini ada 12 Tips Tetap Bugar Selama Bulan Ramadhan bagi penyandang Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, asma, dan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik) yang dilansir oleh Departemen Kesehatan, yaitu :

Pertama, berbuka puasa dengan air putih dan makanan manis yang berasal dari buah-buahan, kurma dan lain-lain.

Kedua, setiap kali berbuka puasa dan sahur, hidangan minimal harus ada salah satu jenis yang berasal dari 4 kelompok makanan, yaitu: Makanan Pokok (beras, jagung, roti, ubi, dll), Lauk-Pauk (kacang-kacangan, tempe, tahu, ikan, ayam, susu dan hasil olahannya, dll), Sayur (semua jenis sayur-sayuran), dan Buah (semua jenis buah-buahan). Khusus untuk buah, makan 1 kali (1 porsi) lagi setelah shalat tarawih atau menjelang tidur. Hindari merokok saat berbuka/waktu puasa dan waktu sahur.

Ketiga, hindari makan makanan terlalu asin setiap hari, baik pada saat berbuka puasa maupun sahur.

Keempat, hindari makan makanan tinggi lemak setiap hari, baik pada saat berbuka puasa maupun sahur.

Kelima, perbanyak minum air putih 8 10 gelas mulai buka puasa sampai waktu sahur.

Keenam, asap rokok membahayakan diri anda dan orang-orang sekitar anda, hentikan merokok sekarang juga. Bulan Puasa merupakan saat yang tepat untuk berhenti merokok, sehingga pada bulan-bulan berikutnya akan lebih mudah meninggalkan perilaku tersebut.

Ketujuh, lakukan aktivitas fisik yang memungkinkan.

Kedelapan, tidak minum minuman beralkohol.

Kesembilan, atasi stres antara lain dengan memperdalam agama dan memperbanyak ibadah.

Kesepuluh, kontrol tekanan darah secara rutin bagi penderita hipertensi, kontrol gula darah secara teratur bagi penyandang Diabetes, dan kontrol secara rutin untuk penyakit tidak menular lainnya.

Kesebelas, kenali tanda-tanda penyakit, baik hipertensi, hipoglikemi dan gejala penyakit tidak menular lainnya. Kenali juga tanda-tanda kegawatdaruratan penyakit tidak menular yang mungkin terjadi.

Ke dua belas/terakhir, bila diperlukan obat-obatan seperti untuk Hipertensi, Diabetes, Asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) sesuaikan jadwal minum obat selama bulan puasa, misalnya saat berbuka puasa, sebelum tidur dan sahur, serta minum secara teratur sesuai anjuran dokter/petugas kesehatan. Diskusikan dengan dokter / petugas kesehatan anda.

sumber: http://www.depkes.go.id/