Pesan Sponsor

Tuesday, 29 August 2017

Manfaat Buah Pepaya

Manfaat Buah Pepaya

Siapa yang tidak kenal atau bahkan merasakan buah yang satu ini. Pepaya termasuk buah yang mudah dijumpai dan didapatkan. Apalagi di desa-desa. Banyak orang yang menanamnya.

Pepaya (Latinnya Carica papaya) atau betik adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. Nama pepaya dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Belanda, "papaja", yang pada gilirannya juga mengambil dari nama bahasa Arawak, "papaya". Dalam bahasa Jawa pepaya disebut "katès" dan dalam bahasa Sunda "gedang".

Manfaat Buah Pepaya

Pepaya memiliki manfaat yang banyak karena pepaya banyak mengandung vitamin A yang baik untuk kesehatan mata, pepaya juga memperlancar pencernaan bagi yang sulit buang air besar. Di beberapa tempat buah pepaya setengah matang dijadikan rujak buah manis bersama dengan buah bengkoan, nanas, apel, belimbing, jambu air. Getah buah pepaya juga tergolong mahal karena getah pepaya bida diolah menjadi tepung papain yang berguna bagi kebutuhan rumah tangga dan industri. Pada pengobatan herbal pepaya dapat mencegah kanker, sembelit, kesehatan mata.


Buah pepaya dimakan dagingnya, baik ketika muda maupun masak. Daging buah muda dimasak sebagai sayuran. Daging buah masak dimakan segar atau sebagai campuran koktail buah. Pepaya dimanfaatkan pula daunnya sebagai sayuran dan pelunak daging. Daun pepaya muda dimakan sebagai lalap (setelah dilayukan dengan air panas) atau dijadikan pembungkus buntil. Oleh orang Manado, bunga pepaya yang diurap menjadi sayuran yang biasa dimakan. 

Getah pepaya (dapat ditemukan di batang, daun, dan buah) mengandung enzim papain, semacam protease, yang dapat melunakkan daging dan mengubah konformasi protein lainnya. Papain telah diproduksi secara massal dan menjadi komoditas dagang.

Untuk memproduksi papain, bahan baku yang perlu dipersiapakan adalah getah pepaya. Sementara bahan penolongnya berupa air dan sulfit. Air digunakan sebagai pengencer getah pepaya, sedangkan sulfit digunakan sebagai pelarut bahan kimia.

Daun pepaya juga berkhasiat obat dan perasannya digunakan dalam pengobatan tradisional untuk menambah nafsu makan.

Manfaat Buah Mangga


Manfaat Buah Mangga


Juice Jus Mangga. Siapa yang belum pernah merasakannya? Hampir di setiap tempat penjual sop buah, pasti ada menu yang satu ini (tentu saja kalau pas musim mangga). Mangga atau mempelam (Jawanya pelem/poh) bisa dibilang buah yang merakyat. Banyak di sekitar rumah kalau ada tanah nganggur biasanya ditanami pohon ini. 

Nama ilmiah dari Mangga adalah Mangifera indica. Nama buah ini berasal dari Malayalam: maanga. Kata ini dipadankan dalam bahasa Indonesia menjadi mangga; dan pada pihak lain, kata ini dibawa ke Eropa oleh orang-orang Portugis dan diserap menjadi manga (bahasa Portugis), mango (bahasa Inggris) dan lain-lain. Nama ilmiahnya sendiri kira-kira mengandung arti: “(pohon) yang berbuah mangga, berasal dari India”.

Mangga berasal dari sekitar perbatasan India dengan Burma, mangga telah menyebar ke Asia Tenggara sekurangnya semenjak 1500 tahun yang silam. Buah ini dikenal pula dalam berbagai bahasa daerah, seperti pelem atau poh (Jw.)


Kandungan Gizi

Beredasarkan persentase yang relatif ke US rekomendasi untuk orang dewasa nilai kandungan gizi Mangga per 100 g (3.5 oz) adalah sebagai berikut: Energi 272 kJ (65 kcal), Karbohidrat 17,00 g, Gula 14,8 g, Diet serat 1,8 g, Lemak 0,27 g, Protein 0,51 g, Vitamin A equiv. 38 mg (4%), Beta-karoten 445 mg (4%), Thiamine (Vit. B1) 0.058 mg (4%), Riboflavin (Vit. B2) 0,057 mg (4%), Niacin (Vit. B3) 0,584 mg (4%), Asam pantotenat (B5) 0,160 mg (3%), Vitamin B6 0,134 mg (10%), Folat (Vit. B9) 14 mg (4%), Vitamin C 27,7 mg (46%), Kalsium 10 mg (1%), Besi 0,13 mg (1%), Magnesium 9 mg (2%), Fosfor 11 mg (2%), Kalium 156 mg (3%), Seng 0,04 mg (0%).


Manfaat Mangga

Mangga terutama ditanam untuk buahnya. Buah yang matang umum dimakan dalam keadaan segar, sebagai buah meja atau campuran es, dalam bentuk irisan atau diblender. Buah yang muda kerapkali dirujak, atau dijajakan di tepi jalan setelah dikupas, dibelah-belah dan dilengkapi bumbu garam dengan cabai. Buah mangga juga diolah sebagai manisan, irisan buah kering, dikalengkan dan lain-lain. Di pelbagai daerah di Indonesia, mangga (tua atau muda) yang masam kerap dijadikan campuran sambal atau masakan ikan dan daging.

Biji mangga dapat dijadikan pakan ternak atau unggas; di India bahkan dijadikan bahan pangan di masa paceklik. Daun mudanya dilalap atau dijadikan sayuran. Kayu mangga cukup kuat, keras dan mudah dikerjakan; namun kurang awet untuk penggunaan di luar. Kayu ini juga dapat dijadikan arang yang baik.

Daun mangga mengandung senyawa organik tarakserol-3beta dan ekstrak etil asetat yang bersinergis dengan insulin mengaktivasi GLUT4, dan menstimulasi sintesis glikogen, sehingga dapat menurunkan gejala Hiperglisemia.

Manfaat Jeruk Nipis


Jeruk Nipis

Jeruk nipis atau limau nipis adalah tumbuhan perdu yang menghasilkan buah dengan nama sama. Tumbuhan ini dimanfaatkan buahnya, yang biasanya bulat, berwarna hijau atau kuning, memiliki diameter 3-6 cm, memiliki rasa asam dan agak pahit,agak serupa rasanya dengan lemon.Jeruk nipis, yang sering dinamakan secara salah kaprah sebagai jeruk limau, dipakai perasan isi buahnya untuk memasamkan makanan, seperti pada soto.

Manfaat Jeruk Nipis

Jeruk nipis memiliki kandungan vitamin C lebih banyak dibandingkan jenis jeruk lainnya. Selain digunakan untuk penyedap makanan jeruk nipis bisa menyembuhkan berbagai penyakit banyak antara lain: Ambeien, Amandel, Anyang-anyangan, Batuk, Batuk disertai influenza, Bau badan, Batu ginjal, Difteri, Demam, Haid tidak teratur, Jerawat, Radang tenggorokan, Tekanan darah tinggi, sakit gigi, Pegel Linu, dan Terkilir.

Jeruk nipis juga bermanfaat untuk kecantikan, antara lain: menghilangkan jerawat, membuat kuku cemerlang, membuat rambut halus, lembut dan berkilau, dan dapat menghilangkan ketombe.


Sumber: http://id.wikipedia.org/

Tuesday, 25 April 2017

Osteoporosis

Osteoporosis

Osteoporosis is a disease characterized by a decrease in bone density and strength, that's to say, bones become more fragile and breakable, with the presence of abnormal pores, taking the shape of sponge. The disorder weakens bones and increases their susceptibility to fractures such as the fractures of spine and thighbone.
photo: pixabay.com

Causes:
Your bone tissues are in a constant state of renewal from birth until adolescence and reach their peak bone density by early twenties, and with aging the bone tissues degrade and the body begins to replace them, the process is known as (renewal).
In case of osteoporosis the bone tissues cannot be compensated and become less dense and porous, brittle and breakable.

Symptoms and signs:
The symptoms do not usually show up at the early stages of osteoporosis, but some of them occur with the progress of the disease, including:
  • Back pain caused by a fractured or collapsed vertebra. 
  • Loss of height.
  • Stooped posture.
  • Easily incidence of bone fractures.

Risk factors:
The following risk factors are uncontrollable:
  • Aging.
  • Gender: Women are much more likely to develop osteoporosis.
  • Family history of osteoporosis.
  • Menopause/Hysterectomy
  • Rheumatoid arthritis.
  • Primary and secondary hypogonadism.
  • Diabetes.
The controllable factors:
  • Smoking.
  • Low BMI (Body Mass Index).
  • Malnutrition.
  • Vitamin D deficiency.
  • Vitamin C deficiency.
  • Protein deficiency.
  • Eating disorders.
  • Lack of physical activities.
  • Low calcium in diet.
  • Frequent falls.
 Diagnosis:
  • Diagnosis is done by evaluating risk factors and medical history of patient.
  • Bone density device Central DXA.
Complications:
Bone fractures, particularly in the spine, pelvic bones and thighs are the most serious complication of osteoporosis due to the fact that they are the main bones that carry the bulk of the body weight. In some cases, spinal fractures can occur even if you haven't fallen or got a blow as a result of weakened back bones (vertebrae).

Treatment:
Medications:
  • Alendronate.
  • Risedronate.
  • Ibandronate.
  • Zoledronic acid.

Drugs supporting the treatment of osteoporosis:
The doctor may prescribe calcium and vitamin D as supportive drugs for treating osteoporosis.
Prevention:
  • Improving the life style (healthy diet and exercising).
  • Quitting smoking.
  • Exposing to sunrays to stimulate the production of vitamin D. 
  • Nutrition: Eating healthy foods such as the ones rich in calcium and vitamin D.

 source: http://www.moh.gov.sa/

Lung Cancer

Lung Cancer
Lung Cancer:
Lung cancer is the term used to describe the growth of abnormal cells lining the trachea inside the lung. These cells divide and grow more rapidly than normal cells. They are cancerous cells that combine to form a cluster or tumor in the lung.
pixabay.com

If the cancerous cells originate in the lungs, the tumor is called a primary lung cancer.
However, if some lung cancer cells are able to move through the blood vessels, they get attached to another organ of the body and continue growing. This growth and movement of the new cancerous cells is called malignant tumor or a secondary lung cancer.
Causes:
  • Smoking is a major factor in the development of lung cancer.
  • Secondhand smoking.
  • Genetic factor (family history).
  • Repeated exposure to chemical fumes and gasses such as radioactive radon gas. 
 Symptoms:
  • Acute and chronic cough accompanied by blood.
  • Change in the color, intensity and volume of coughing up sputum.
  • Wheezing.
  • Changes in the voice or being hoarse.
  • Great weight loss without known reason.
  • General feeling of fatigue and weakness.
  • Feeling of pain in chest, shoulder, arms or back.
  • Shortness of breath.
  • Recurrent pneumonia.
Diagnosis:
Lung cancer is diagnosed by:
  • Medical history.
  • Clinical examination.
  • X-ray of the lung.
  • CT scan
  • PET (Positron Emission Tomography) scan.
  • Biopsy of lung cells.

Risk Factors
  • Smoking.
  • Secondhand smoking.
  • Environmental pollution.
  • Repeated exposure to radon gas.
  • Repeated exposure to cancerous minerals and chemical materials such as: asbestos, uranium, diesel, arsenic, silica, nickel compounds, coal products, mustard gas, chrome ... etc.
  • Previous radiation therapy of the lungs.
  • Family history. 
 
Complications:
The lung cancer may cause health complications such as:
  • Shortness of breath.
  • Coughing up blood.
  • Feeling pain.
  • Accumulation of fluid in the lung.
  • Spread of the cancer to other parts of the body.

Treatment:
Initially, treatment of lung cancer depends on the following:
  • Size of tumor.
  • Type of tumor.
  • Stage of tumor.
  • Health condition of patient.

Accordingly, treatment plan will be developed; as yet there are three types of treatment to control the lung cancer:
  • Surgery.
  • Radiation therapy.
  • Chemotherapy.    
Prevention:
  • Quitting smoking.
  • Avoiding secondhand smoke.
  • Physical activities on a regular basis.
  • Maintaining a healthy diet full of fruits and vegetables.
  • Maintaining a normal weight.
  • Consulting your doctor and periodic follow-up.
  • Avoiding exposure to cancerous chemical materials.
 Source: http://www.moh.gov.sa/

Monday, 24 April 2017

Diabetes

Diabetes

Diabetes is a chronic disease of high blood glucose (sugar) level than the normal level, and is due to either the pancreas not producing enough insulin or reduced tissues sensitivity, or both.
photo: pixabay.com

Insulin: A hormone produced by the pancreas to help control and maintain blood glucose. 

Types of the disease:

Type 1 diabetes: This type occurs when insulin producing cells are completely disrupted and become unable to produce the hormone. Usually, this type of diabetes affects young people.

Type 2 diabetes: When the body can produce insulin either in insufficient amounts or normal amounts but ineffective.
Gestational diabetes: High blood glucose as a result of the hormones produced by the placenta during pregnancy and often disappears after delivery. 
Secondary diabetes: Is diabetes that results as a consequence of another medication and hormones or pancreatic surgery and other reasons. 

Symptoms:
  • Frequent urination.
  • Feeling very thirsty / mouth dryness.
  • Feeling very hungry.
  • Sudden loss of weight.
  • Fatigue.
  • Itching and skin infection.
  • A tingling sensation or numbness in the limbs.
  • Blurred vision.Fee
  • ling hot in the feet.S
  • low-healing wounds.

 Diagnosis:
  • Random blood sugar test.
  • Fasting blood sugar test.
  • Glycated hemoglobin (A1C) test (acumulative diabetes). Diagnosis is done in two different dates.  

                                                           
 Averages:

High Blood Sugar Averages Prediabetes Averages Normal Sugar Averages Types of Blood Test
From 126 mg/dl or more 100-125 mg/dl Less than 100 mg/dl Fasting Blood Test
From 200 mg/dl or more 140-199 mg/dl Less than140 mg/dl 2 Hours After Eating
605% or more 5.7-6.4% Less than 5.7% Accumulative Sugar Test

Causes and Risk Factors:
  • Genetic Factors: Your risk increases if a parent or sibling has type 1 diabetes.
  • Obese:  The more fatty tissue you have, the more resistant your cells become to insulin.
  • Exposure to viral diseases.
  • High blood pressure.
  • High fat in the blood.
  • Laziness and lack of physical activity.

Complications:
Chronic Complications:
  • Cardiovascular Diseases: Diabetes dramatically increases the risk of various cardiovascular problems, including coronary artery disease with chest pain (angina), heart attack, stroke and narrowing of arteries (atherosclerosis).
  • Nerve damage (neuropathy): Excess sugar in the blood can injure the walls of the tiny blood vessels (capillaries) that nourish your nerves, especially in your legs. This can cause tingling, numbness, burning or pain that usually begins at the tips of the toes or fingers and gradually spreads upward.
  • Kidney problems (nephropathy): High blood glucose leads to kidney failure or kidney diseases.
  • Retinopathy: High blood sugar damages tiny vessels that bring nutrients to the retina, blocking the passage of light to the retina.
  • Feet problems: Nerve damage in the limbs, particularly the feet, makes the patient unable to feel the pain of an injury which can lead to ulcers in the foot.
  • Skin conditions:  Diabetes may leave you more susceptible to skin problems, including bacterial and fungal infections.
  • Gingivitis.
  • Osteoporosis.

Treatment: There is currently no cure for diabetes; however, you can keep level of blood sugar within normal range. Treatment of diabetes differs from patient to patient, the doctor decides the most appropriate type of treatment for each patient, depending on the following:

Type of diabetes.
  • Health conditions of the patient. Effective treatment of diabetes depends on the patient himself, when he is committed to adjusting his sugar level, he will enjoy a healthy life, through the followings:
  • Visiting diabetes clinic regularly.
  • Checking your blood sugar regularly at home.
  • Exercising regularly.
  • Taking care of your feet and checking them daily.

Prevention:
Prediabetes, type2 diabetes and gestational diabetes can be prevented through the following:
• Eating healthy foods by choosing those lower in fat and calories and higher in fiber. Focusing on fruits, vegetables and whole grains. 
• Regular physical activity.
• Avoiding overweight. 
                                                             
Examinations necessary for diabetics:
  • Checking blood pressure at each visit.
  • Checking weight at each visit.
  • Checking feet every 6 months.
  • Checking accumulative sugar every 6-12 months.
  • Checking cholesterol and triglycerides every 12 months.
  • Checking eyes every 12 months.

(Source: http://www.moh.gov.sa/11/11/2016)

Sunday, 16 April 2017

Cara Meredakan Lidah Terbakar

Cara Meredakan Lidah Terbakar

Lidah terbakar tidak selalu disebabkan paparan benda panas di lidah Anda. Beberapa orang bisa mengalami sindrom lidah terbakar, yang dapat menurunkan kualitas hidup mereka.

Cara Menyembuhkan Maag Dengan Lemon

Cara Menyembuhkan Maag Dengan Lemon 

Maag atau tukak lambung sering dialami oleh orang yang memiliki pola makan yang tidak teratur. Seringkali orang beranggapan bahwa penderita maag sebaiknya menghindari makanan atau minuman yang asam. Namun percaya atau tidak, jeruk lemon yang justru rasanya asam diyakini bisa menyembuhkan penyakit maag.

Saturday, 15 April 2017

Cara Menurunkan Tekanan Darah Secara Alami

Cara Menurunkan Tekanan Darah Secara Alami - Bagi Anda yang memiliki tekanan darah tinggi, mengontrolnya untuk tetap stabil merupakan hal yang penting. Tak selalu harus dengan cara mengonsumsi obat-obatan, menurunkan tekanan darah secara alami juga bisa dilakukan dengan cara sederhana ini.

Friday, 14 April 2017

Sekolah di Amsterdam Melarang Siswa Bawa Jus Buah ke Sekolah

Sekolah di Amsterdam 
Melarang Siswa Bawa Jus Buah ke Sekolah

Fulsehat-Sekolah di Amsterdam Melarang Siswa Bawa Jus Buah ke Sekolah - Kenapa? Rupanya hal ini dilakukan sebagai bentuk "Memerangi Obesitas". Amsterdam tercatat sebagai kota dengan tingkat obesitas tertinggi di Belanda. Seperlima dari anak-anak di Amsterdam memiliki kelebihan berat badan.

Friday, 31 March 2017

Tips Sederhana dan Aman Mengobati Sariawan

Anda suka makan Burjo alias bubur kacang hijau. Kacang hijau rupanya banyak kandungan gizi dan vitaminnya (A, B1, dan C). Bagi para blogger pemula (seperti pemilik blog Fulsehat ini) yang lagi stress alias pusing mikirin google adsense terus sariawan karena panas dalam (hehehe) bisa coba resep di bawah ini. Insyaa Allah manjur. Saya pernah mencobanya sendiri ketika sariawan. Alhamdulillaah, atas izin Allah Ta'alaa sariawanku cepat sembuh.

Tuesday, 28 March 2017

Daun Sirsak, 10.000 Kali Lebih Kuat Kemampuannya Dari Kemoterapi Dalam Mengobati Kanker ?

Daun Sirsak, 10.000 Kali Lebih Kuat Kemampuannya Dari Kemoterapi 
Dalam Mengobati Kanker ?

Sejarah Dibalik Manfaat Daun Sirsak

Sirsak, nangka belanda, atau durian belanda (Annona muricata L.) adalah tumbuhan berguna yang berasal dari Karibia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Di berbagai daerah Indonesia dikenal sebagai nangka sebrang, nangka landa (Jawa), nangka walanda, sirsak (Sunda), nangka buris, nangkelan (Madura), srikaya jawa (Bali), boh lôna (Aceh), durio ulondro (Nias), durian betawi (Minangkabau), serta jambu landa (di Lampung, "Nangko Belando" (Palembnag). Penyebutan "belanda" dan variasinya menunjukkan bahwa sirsak (dari bahasa Belanda: zuurzak, berarti "kantung asam") didatangkan oleh pemerintah kolonial Hindia-Belanda ke Nusantara, yaitu pada abad ke-19, meskipun bukan berasal dari Eropa.

Monday, 27 March 2017

Cara Memperbaiki Kerusakan Otak Dengan Blueberry

Cara Memperbaiki Kerusakan Otak 
Dengan Blueberry 


Tahu gambar apa dibawah ini? Apaaaa??? Oh maaf, itu bukan kelereng sobat! Yupz... blueberry! Betulllll! Pernah makan buah blueberry belum? Tahu manfaat dari blueberry?

Manfaat Minum Lemon Hangat di Pagi Hari

Manfaat Minum Lemon Hangat di Pagi Hari

Anda kenal buah dibawah ini? Pernah meminum air perasannya? Terasa asem atau kecut banget? Atau malah sangat menyukai buah yang satu ini? Ya, benar! Buah tersebut adalah lemon.

Sunday, 26 March 2017

Cara Meningkatkan Daya Ingat

Cara Meningkatkan Daya Ingat

Sebagian orang memang sering kesulitan dalam mengingat dibanding yang lain. Namun menurut Robert Madigan, profesor psikologi di Universitas Alaska bukan berarti kita tidak bisa memperbaikinya. "Ini seperti olahraga. Jika Anda ingin daya ingat lebih kuat, Anda harus melatihnya," katanya.

Cara Melangsingkan Tubuh Dengan Teh dan Jus Jeruk

Cara Melangsingkan Tubuh Dengan Teh

Anda suka minum Teh? Atau justru malah termasuk kategori "Teh Mania"? Jangan malah masuk derajat "kalau tidak ngeteh seharian bisa puyeng tak bersemangat. Wahhh...kecanduan tuh!

Saturday, 25 February 2017

Tips to Reduce the Severity of Acne

Tips to Reduce the Severity of Acne

Tips to Reduce the Severity of Acne - Of the common errors made by the young men and women who suffer from acne, lack of knowledge about good health principles to deal with pimples and grains that are called acne, and the result is that the irritation of the situation and increase the suffering of people, especially when in this season of the year.
photo: pixabay.com
Here are some tips important and effective addition to treatment, which usually applied at home is recommended by experts dermatologist to get rid of acne or even reduce the severity and intensity in these days of those who suffer from it, and these tips:

- Try to keep your facial skin dry and clean as possible.
- Washing the face carefully and gently twice a day at least anti-bacterial soap.
- Use a mild non-oily moisturizer to the face after each washing.
- Avoid cosmetics that contain industrial chemicals or vegetable oil.
- Keep the hair clean and away from contact with the face.
- Avoid the use of forceps on the face or touching the grain.
- Avoid pressure on the skin affected by inflammatory or collars or parties to narrow head scarf.
- The use of cosmetics and beauty products without a prescription, especially those containing sulfur, resourceful, plus material used on the skin in order to lighten the pores and reduce acne.
- To dry up pimples at night, you can use toothpaste (not generation) directly on the pill, it has advantages that can help to dry up the pimples at night.
- One of the best face masks with good effect the use of the white part of egg and place it on face for 15 minutes. A. The vitamin A which is found in egg white is also very beneficial to the skin.
- The egg whites are also treated to a great interest for acne, and can be used directly to the blister.
- To rid the redness of inflamed skin face should consult a doctor to give specific treatment of the situation